<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318</id><updated>2011-07-30T10:42:07.596-07:00</updated><category term='harian'/><title type='text'>Catatan Harian | Ngawi Magetan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-8738766045191609649</id><published>2009-10-05T08:59:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:59:51.384-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terapi takabur 3&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua: Wara’ dan ibadat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli ibadat pun tidak bisa lepas dari takabur. Kadang-kadang muncul kesombongan sebagian mereka, sampai pada batas yang berkaitan dengan bencana dan kebahagiaan, dianggap karena karamahnya. Siapa pun yang menyakiti bahkan sampai mengakibatkan kematian, sehingga ada yang berkata, “Kalian lihat, apa yang telah ditimpakan Allah karena menyakitinya?” Maka, saat la disakiti oleh yang lain, la berkata, “Kalian bakal melihat musibah apa yang aka terjadi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang sombong tidak mengerti, bahwa sekelompok orang kafir pernah menghajar para Nabi. Namun mereka tetap menikmati kehidupan dunia, tidak tertimpa bencana. Kadang-kadang ketika di antara mereka masuk Islam, justru mereka bahagia di dunia dan akhirat. Seakan-akan orang sombong tersebut lebih utama daripada Nabi, dan orang yang menyakitinya lebih hina daripada orang-orang kafir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang ahli ibadat, seharusnya tawadhu’ ketika melihat orang berilmu, karena dirinya merasa bodoh. Sementara ketika melihat orang fasik seharusnya mengatakan, “Siapa tahu orang ini menutupi akhlak batinnya dengan pura-pura maksiat lahiriahnya. Sedangkan batinku ada kedengkian atau kesombongan bahkan kotoran tersembunyi, yang menyebabkan dendam Allah kepadaku, sampai amal-amalku yang bersifat lahiriah ditolak. Padahal Allah hanya memandang hati seseorang bukan wujud lahirnya.”&lt;br /&gt;Di antara kotoran batin adalah takabur tersebut. Pernah diriwayatkan, dahulu ada laki-laki dari bani Israil yang populer sebagai penjahat. Ia disebut sebagai si jahat bani Israil, karena kemursalannya. Suatu ketika la duduk di samping seorang ahli ibadat. Dalam benaknya berkata, “Siapa tahu Allah mengasihiku karena berkatnya.” Diam-diam ahli ibadat tersebut juga berkata dalam hatinya, “Bagaimana orang fasik ini bisa duduk di dekatku?” Akhirnya ahli ibadat ini mengusirnya, “Pergilah dari sisiku!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt. kemudian mewahyukannya kepada Nabi zaman itu, “Perintahlah keduanya agar memulai kembali amalnya. Aku benar-benar telah mengampuni si penjahat, dan menghapus pahala amal ahli ibadat itu. “&lt;br /&gt;Kisah lain, ada laki-laki yang menzinai budak wanita dan seorang ahli ibadat. Laki-laki ini akhirnya sujud kepada Allah swt. Kemudian ahli ibadat tersebut langsung membentak, “Hai, bangun! Demi Allah, pasti Allah tidak akan mengampunimu!” Kemudian Allah swt. menurunkan wahyu, “Wahai orang yang bersumpah kepada-Ku, sebenarnya Aku tidak mengampuni dosamu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi orang yang jeli, sangat waspada dengan kejadian seperti itu, lebih senang mengatakan seperti dalam kata-kata Atha’ As-Salami, karena wara’nya. Jika ada angin taufan menimpa manusia, la berkata, “Musibah itu tidak lain karena faktor diriku. Seandainya Atha’ mati, pasti mereka selamat.”&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan, sebagian sufi berkata, “Aku berharap rahmat bagi mereka, seandainya keadaanku tidak berada di antara mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihatlah, betapa banyak orang yang ikhlas beramal dengan penuh wara’, namun mereka tetap takut dengan dirinya. Bandingkan dengan orang yang terbebani amal-amal fisik, siapa tahu mereka terhindar dari riya’ dan bencana, kemudian berharap kepada Allah melalui amal yang dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga: Sombong karena keturunan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terapinya, melalui kontemplasi terhadap asal-usulnya, bahwa ayahnya tercipta dari sperma yang kotor, dan kakeknya tidak lain berasal dari tanah. Tidak ada yang lebih kotor dari sperma, dan tidak ada yang lebih hina dibanding tanah.&lt;br /&gt;Bagi orang yang menyombongkan asal-usul keturunan, semakin sombong dengan perlakuan khusus orang lain. Seandainya nenek moyangnya bisa bicara, pasti mengatakan, “Hai siapa sebenarnya Anda? Bukankah Anda tidak lebih dari ulat yang berasal dari kencing orang yang kebetulan mempunyai status kebaikan?”&lt;br /&gt;Karenanya, dikatakan oleh penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seandainya engkau bangga&lt;br /&gt;pada darah biru nenek moyang&lt;br /&gt;engkau benar pula&lt;br /&gt;Namun betapa buruknya&lt;br /&gt;apa yang telah dilahirkan mereka&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa takabur, kelak pada hari Kiamat, orang bangsawan ahli dunia menjadi penyulut api neraka, dan merasa lebih baik jika mereka menjadi babi dan anjing, agar bisa bebas dari siksaan seperti itu.&lt;br /&gt;Bagaimana mereka takabur, dengan membanggakan keturunan ahli agama, padahal kemuliaan mereka karena agama. Dan justru dari agama itu muncul tawadhu’? Malah di antara ahli agama itu ada yang menyesal, “Duh, seandainya aku dulu jadi serigala atau burung saja.” Mereka sangat takut akan akhirat karena kesombongan atas prestasi ilmu dan amalnya. Sangat mengherankan, orang takabur disebabkan keturunannya, sementara dirinya sendiri tidak memiliki perilaku yang luhur?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Harta, rupawan dan pendukung.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya takabur karena harta, rupa yang elok, dan banyak pendukung merupakan kebodohan yang melenceng dari jatidiri. Sebab, harta mengundang pencuri dan perampok. Demikian pula elok rupa dan ketampanan, bisa luluh oleh penyakit demam selama sebulan, dan bisa musnah oleh penyakit cacar sesaat. Bila ini disadari oleh seorang Muslim, bahwa batinnya penuh kotoran, la tidak akan pernah tergiur oleh sikap takabur lantaran ketampanan dan rupawan. Kalau saja la tidak mandi seminggu, pasti badannya lebih kotor daripada bangkai, karena bau badan, bau kotoran nafas, kotoran mata dan bau lainnya.&lt;br /&gt;Apa yang disombongkan orang gembel dengan ketampanannya? Padahal, manusia itu sebenarnya amat menjijikkan, karena dalam perutnya ada kotoran dan najis.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-8738766045191609649?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/8738766045191609649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/terapi-takabur-3-kedua-wara-dan-ibadat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8738766045191609649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8738766045191609649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/terapi-takabur-3-kedua-wara-dan-ibadat.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-7103149801988480734</id><published>2009-10-05T08:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:59:05.087-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="pagenavcounter"&gt;Terapi takabur 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terapi Takabur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terapi secara keseluruhan terhadap penyakit kotor dari takabur, pertama kali manusia harus tahu diri, bahwa awalnya adalah sperma yang hina dan ahkirnya adalah bangkai yang rendah. Dengan demikian, ia bisa menyadari diri, dan memahami firman Allah swt.:&lt;br /&gt;“Binasalah manusia, alangkah amat sangat kekafirannya? Dari  apakah Allah menciptakannya? Dari  setetes sperma, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya, kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya dalam kubur. “ (Q.s. Abasa: 17-21).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia diciptakan dari rahasia ketiadaan yang hampir-hampir tidak pernah diperhitungkan, yang tentunya, tidak lebih dari tiada itu sendiri. Kemudian manusia dicipta dari debu, lalu dari sperma, selanjutnya dari segumpal darah, dan dari segumpal daging. Yang tidak ada telinga dan matanya, tidak ada daya hidup dan kekuatan. Semua itu dicipta setelah kondisinya pada tahap sangat minus, masih dihimpit oleh penyakit dan cacat, diberi watak-watak antagonis, sehingga mereka saling membunuh, lantas mereka benci pada penyakit, kelaparan dan dahaga. Manusia ingin mengetahui sesuatu, namun sesuatu itu membuatnya bodoh. Manusia ingin melupakan sesuatu, tetapi ia tetap saja ingat. Ia benci sesuatu, tetapi sesuatu malah bermanfaat baginya. Ia menyenangi sesuatu, tiba-tiba malah membuatnya menderita. Sementara la tidak bisa menghindarkan sedetik pun untuk lari dari ancaman nyawanya, akal, kesehatan, atau anggota badannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan akhirnya adalah maut, dan kemudian dihadang siksa serta hisab. Apabila la tergolong ahli neraka, maka, babi sekalipun lebih baik daripada dirinya. Lalu sisi mana la layak sombong? Padahal la adalah hamba sahaya hina yang tidak memiliki kekuasaan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan Bashri berkata kepada sebagian orang yang sombong ketika berjalan, “Jalan macam itu, orang yang di dalam perutnya ada tinja.” Layakkah sombong orang yang mandi membersihkan kotoran badannya sehari dua kali, sementara begitu terus hidupnya?&lt;br /&gt;Terapi takabur secara rinci, melalui empat metode:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama: Ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;“Penyakit ilmu itu adalah sombong.” (Al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya pula, “Janganlah kamu tergolong ulama yang sewenang-wenang, sebab ilmumu tidak akan sempurna karena kebodohanmu!” Sungguh sangat jarang orang berilmu selamat dari sifat sombong. Kadang-kadang merasa dirinya terpandai lebih dari manusia lain, yang merupakan kualifikasi mulia di hadapan Allah swt. Terkadang merasa dirinya paling religius dibanding yang lain. Dan kadang-kadang dalam kehidupan duniawi la merasa haknya paling layak untuk dihormati manusia. Bahkan la merasa heran jika orang-orang tidak tunduk kepadanya. Bila ini yang terjadi, maka sebenarnya orang yang berilmu demikian itu adalah lebih layak dikatakan sebagai orang bodoh. Sebab, ilmu yang hakiki itu adalah yang mampu mengantar seseorang untuk mengenal Tuhannya dan dirinya sendiri, serta takut akan akhir hidupnya kelak, dan takut berhadapan dengan hujjah Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaiknya, bila kita hendak berbuat dosa dan bersikap takabur, kita katakan pada diri sendiri, bahwa orang melakukan dosa lantaran kebodohannya. Sementara diri kita melakukan dosa karena ilmu yang kita miliki, sedangkan hujjah Allah atas diri kita lebih kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Darda’ berkata, “Barangsiapa bertambah ilmunya, maka bertambah pula ketawadhu’annya.”&lt;br /&gt;Dan Allah swt. berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad saw, “... dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (Q.s. Asy-Syu’ara: 215).&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, ‘Ada kaum yang membaca Al-Qur’an, mereka tidak melewati batas kerongkongannya (fasih), lalu mereka berkata, ‘Kami benar-benar membaca Al-Qur’an. Lalu adakah yang lebih fasih membacanya daripada kami’?” Kemudian Rasul saw menoleh, lantas bersabda, “Mereka itu adalah golongan kalian wahai ummat, merekalah yang menjadi penyala api neraka.”&lt;br /&gt;Karena inilah ulama salaf sangat hati-hati. Bahkan, Hudzaifah r.a. pernah salat berjamaah. Usai salam la berkata, “Hendaknya kalian mencari imam selain aku, atau kalian salat sendiri-sendiri saja! Sebab dalam diriku muncul pandangan, bahwa tidak ada lagi yang lebih utama daripada aku.”&lt;br /&gt;Sebaiknya kita mengambil pelajaran, banyak orang Islam yang melihat Umar r.a. sebelum memeluk Islam, lantas tetap menghinanya, sebagaimana sebelum Umar masuk Islam. Bisa jadi orang Islam seperti itu murtad, setelah melakukan penghinaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang takabur jelas penghuni neraka, dan menyombongi orang takabur itu bisa menjadi penghuni surga.&lt;br /&gt;Banyak orang alim, namun akhir kehidupannya buruk, dan banyak orang bodoh akhirnya malah bahagia.&lt;br /&gt;Bagaimana ulama bisa takabur, jika mengetahui kondisi tersebut? Padahal Nabi saw bersabda, “Orang yang berilmu nantinya didatangkan pada hari Kiamat, kemudian dilempar ke neraka, lalu isi perutnya keluar, lantas berputar seperti berputarnya khimar pada penggilingan berkeliling menemui penghuni neraka. Maka penghuni neraka bertanya, ‘MengapaAnda ini?’Lalu dijawab, Aku telah memerintahkan kebajikan, namun aku sendiri tidak melaksanakannya. Dan aku melarang kejahatan, tetapi aku malah melakukannya’. “ ,&lt;br /&gt;Ilmuwan atau ulama mana yang selamat dari tragedi tersebut, mengapa mereka tidak takut sanksi takabur?&lt;br /&gt;Allah swt. telah berfirman, tentang Bal’am bin Ba’ura, salah seorang ulama besar pada zamannya:&lt;br /&gt;“Maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia pun mengulurkan lidahnya (juga).” (Q.s. Al-A’raaf. 176).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena si Bal’am terlalu menuruti hawa nafsunya. Tentang ulama Yahudi, Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;“... adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab....” (Q.s. A1 Jumu’ah: 5).&lt;br /&gt;Lihatlah dalam beberapa hadis mengenai ulama suu’, ketika kesombongannya mengalahkan ketakutannya kepada Allah swt Mereka berperilaku demikian, karena sibuk dengan ilmu yang tida berguna bagi agamanya, seperti perdebatan, bahasa dan sebagainya. Atau mereka menekuni ilmu, sementara batinnya kotor, sehinga kotoran jiwanya menumpuk.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="pagenavbar"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://sufinews.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=487%3Aterapi-takabur&amp;amp;catid=85%3Aartikel&amp;amp;Itemid=281"&gt;&lt;&lt;&gt; - &lt;/a&gt;&lt;a href="http://sufinews.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=487%3Aterapi-takabur&amp;amp;catid=85%3Aartikel&amp;amp;Itemid=281&amp;amp;limitstart=2"&gt;Next &gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-7103149801988480734?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/7103149801988480734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/terapi-takabur-2-terapi-takabur-terapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/7103149801988480734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/7103149801988480734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/terapi-takabur-2-terapi-takabur-terapi.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-1131911462065090714</id><published>2009-10-05T08:57:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:57:41.332-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Terapi takabur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;"Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang." (Q.s. A1-Mu’min: 35).&lt;br /&gt;"Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong."(Q.s. Al-Mu'min: 76).    &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi saw bersabda, "Bahwa Allah swt. telah berfirman (dalam Hadis Qudsi):&lt;br /&gt;'Keagungan adalah sarung-Ku dan Kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa yang mencopot Ku dalam dua sifat itu, maka dia akan Ku binasakan’.”&lt;br /&gt;Sabdanya pula:&lt;br /&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang hatinya terdapat rasa takabur walau hanya sebesar biji sawi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang sewenang-wenang dan takabur, kelak  pada hari Kiamat akan dikumpulkan dalam bentuk semut kecil yang diinjak-injak manusia karena hinanya mereka di sisi Allah swt.”&lt;br /&gt;Rasul saw bersabda kepada Bilal, “Sebenarnya di neraka Jahannam ada jurang yang disebut Habhab, sudah menjadi hak Allah swt. jika para diktator dimasukkan di jurang itu. Engkau harus takut wahai Bilal, jika engkau tergolong penghuni jurang itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam doanya Nabi saw. memohon, “Ya Allah, aku mohon perlindungan-Mu dart tiupan takabur.”&lt;br /&gt;Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mau memandang kepada orang yang memanjangkan pakaiannya sebagai wujud kesombongan. “&lt;br /&gt;Nabi saw juga bersabda, “Barangsiapa yang meninggikan dirinya dan sombong dalam berjalan, maka dia akan menemui Allah, sedang Dia murka kepadanya. “&lt;br /&gt;Sabdanya, “Barangsiapa yang suka memaafkan, maka Allah akan selalu menambah kemuliaan kepadanya, dan barangsiapa bertawadhu ; maka Allah akan meninggikannya.”&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda, “Betapa bahagianya, orang yang tawadhu; padahal dia tidak miskin.”&lt;br /&gt;Sabdanya pula, ‘ Allah swt. berfirman kepada Nabi Musa as, ‘Sesungguhnya Aku hanya menerima salat hamba-Ku yang tawadhu’ kepada keagungan-Ku, tidak menyombongkan diri kepada makhluk-Ku, selalu mengaitkan hatinya dengan rasa takut kepada-Ku, menghabiskan siangnya dengan dzikir kepada-Ku dan mengekang nafsunya demi Aku’. “&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi saw. bersabda, ‘Apabila seorang hamba tawadhu ; Allah akan mengangkatnya sampai ke langit yang ketujuh.”&lt;br /&gt;Sabdanya, “Tawadhu’ itu tidak akan menambah derajat hamba, kecuali Allah meninggikan derajat itu. Maka, bertawadhu’lah kamu sekalian, niscaya Allah akan mencintai kalian.”&lt;br /&gt;Sabdanya pula, “Sungguh, yang membuatku takjub, seseorang membawa bekal di tangannya, kemudian diberikan kepada keluarganya sebagai upaya jerih payahnya, untuk menahan diri dari takabur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Takabur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hakikat takabur adalah merasa diri lebih sempurna dari yang lainnya.&lt;br /&gt;Sifat takabur akan menimbulkan kehinaan dan bisa mengganggu akidah. Karenanya, Nabi saw. bersabda, ‘Aku berlindung dari hembusan takabur.” Karena itu pula, para sahabat pernah minta ijin kepada Umar r.a. agar memberi nasihat ummat setelah subuh. Umar r.a. menjawab, “Aku lebih takut ada hembusan yang melambungkan sampai ke bintang Tsuraya.”&lt;br /&gt;Sebab, hembusan tersebut berpengaruh pada aktivitas lahiriah, seperti duduk di tempat yang tinggi, jalan di depan, melihat dengan pandangan sinis dan marah jika ada orang tidak mengucapkan salam, atau kepada orang yang tidak menghormatinya, lebih banyak menentang kalau dinasihati, menentang kebenaran bila diberi pandangan, dan memandang orang awam seperti memandang khimar.&lt;br /&gt;Takabur tergolong dosa besar. Bahkan orang yang hatinya ada sebesar dzarah ketakaburan, tidak akan masuk surga. Sebab di dalam takabur ada tiga macam kotoran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, takabur itu bertentangan dengan sifat-sifat khusus Allah swt, di mana sifat tersebut (takabur) adalah pakaian Allah swt, sebagaimana firman Allah swt. Keagungan tidak layak, kecuali hanya bagi-Nya. Lalu dari sisi mana, keagungan layak bagi hamba yang hina, yang tidak memiliki dirinya, apalagi menguasai yang lainnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, takabur seringkali membuat orang menolak kebenaran dan cenderung meremehkan orang lain. Nabi saw menjelaskan soal takabur dengan sabdanya, “Takabur, muncul dari masa bodoh terhadap kebenaran, menganggap rendah manusia, dan merasa lebih benar. Takabur menutup pintu kebahagiaan, begitu juga merendahkan makhluk.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian sufi berkata, “SesungguhnyaAllah swt. menyembunyikan tiga perkara dalam tiga hal:&lt;br /&gt;1) Menyembunyikan ridha-Nya dalam ketaatan kepada-Nya. Maka, janganlah merendahkan sedikit pun terhadap taat, siapa tahu ridha Allah ada di dalamnya.&lt;br /&gt;2) Menyembunyikan dendamnya dalam maksiat kepada-Nya, maka janganlah meremehkan sekecil apa pun maksiat itu, barangkali di dalamnya tersembunyi dendam-Nya.&lt;br /&gt;3) Menyembunyikan kewalian dalam diri hamba-hamba-Nya, maka janganlah merendahkan seseorang, siapa tahu orang itu wali Allah swt.&lt;br /&gt;Ketiga, takabur dapat menghalanginya dari perilaku mulia dan terpuji. Sebab, orang yang takabur tidak akan pernah merasa mencintai orang lain sebagaimana la mencintai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Ia juga tidak bisa merendah, tidak bisa meninggalkan antagonisnya, dengki dan amarahnya. Ia tidak bisa menahan diri, lembut dalam bicara, dan tidak mampu meninggalkan riya’. Secara global setiap perilaku tercela, senantiasa dilalui oleh orang takabur, dan tidak ada perilaku terpuji, kecuali harus meninggalkan sifat takabur tersebut.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="pagenavbar"&gt;&lt;div&gt;Prev - &lt;a href="http://sufinews.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=487%3Aterapi-takabur&amp;amp;catid=85%3Aartikel&amp;amp;Itemid=281&amp;amp;limitstart=1"&gt;Next &gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-1131911462065090714?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/1131911462065090714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/terapi-takabur-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/1131911462065090714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/1131911462065090714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/terapi-takabur-allah-swt.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-705078226454218401</id><published>2009-10-05T08:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:54:29.158-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Syarat-syarat dzikir&lt;br /&gt;Sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdul Qadir Al Jilany&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berdzikir mestinya selalu punya wudlu yang sempurna. Ketika berdzikir semestinya dengan hentakan yang kuat dan suara keras, hingga meraih cahaya dzikir dalam batin    &lt;p&gt;orang-orang yang berdzikir tersebut, sehingga hati mereka menjadi hidup dengan cahaya-cahaya itu, suatu kehidupan yang abadi-ukhrawi, sebagaimana firmanNya : “Mereka tidak merasakan di dalamnya kematian kecuali kematian yang pertama (di dunia).” (Ad-Dukhan: 56) Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Para Nabi dan para wali itu senantiasa sholat di kuburan mereka, sebagaimana mereka sholat di rumah-rumah mereka.” Yakni, mereka senantiasa munajat dalam kuburnya, dari dimensi sang hamba, dan senantiasa meraih hidayah ma’rifat dari arah Allah Azza wa-Jalla.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka sang a’rif senantiasa meraih kehormatan menuju kepada Allah Ta’ala dengan bertambahnya munajat kepadaNya dalam kuburnya, seperti sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Orang yang sholat itu bermunajat pada Tuhannya. (Hr. Malik, dalam al-Muwatha’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, hati yang hidup itu tidak tidur, maka hati yang hidup juga tidak mati, seperti sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;“Mataku tidur dan hatiku tidak tidur.” (Hr. Bukhari )&lt;br /&gt;“Siapa yang mati dalam kondisi mencari ilmu, maka Allah membangkitkannya dalam kuburnya dua malaikat yang mengajarkan ilmu ma’rifat, dan ketika bangkit dari kuburnya ia menjadi orang alim dan orang yang arif.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimaksud dengan dua malaikat adalah keruhanian Nabi dan wali. Karena para malaikat itu tidak masuk dalam alam ma’rifat, dan tidak mengajarinya. Nabi saw, bersabda :&lt;br /&gt;“Betapa banyak orang yang mati sebagai orang alim (berilmu) dan kelak di hari qiamat bangkit jadi orang bodoh dan tolol.”&lt;br /&gt;Dalam firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu telah menghabiskan rizkimu yang baik di dalam kehidupan dunia dan kamu menikmatinya. Maka hari ini kamu sekalian dibalas dengan siksaan yang hina atas kesombonganmu yang kamu lakukan.” (Al-Ahqaaf:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw, bersabda:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya.”&lt;br /&gt;“Niat orang beriman itu lebih baik dari amalnya. Dan niat orang fasik itu lebih buruk ketimbang amalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena niat itu merupakan fondasi amal, seperti dalam hadits disebutkan: “Bangunan yang benar di atas fondasi yang benar adalah benar. Sedangkan bangunan yang rusak di atas fondasi yang ruak adalah rusak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. Berfirman :&lt;br /&gt;“Siapa yang menghendaki ladang akhirat, Kami menambahkan baginya pada ladangnya. Dan siapa yang menginginkan ladang dunia, Kami memberinya. Namun di akhirat tidak meraih bagian.” (Asy-Syuuro: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban hamba –ahli taqin – adalah meraih kehidupan qalbu ukhrawiyah, sebelum maut menjemput, sebagaimana sabda Nabi saw:&lt;br /&gt;“Siapa yang mencari dunia dengan amal-amal akhirat, maka ia tidak mendapatkan sama sekali pahala di akhirat.”&lt;br /&gt;Dunia adalah lading akhirat, jika tidak bertanam di dunia ia tidak panen di akhirat. Dan dimaksud dengan “Ladang” adalah bumi semesta wujud ini, bukan cakrawala.&lt;/p&gt;    &lt;span class="article_separator"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-705078226454218401?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/705078226454218401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/syarat-syarat-dzikir-sufinews.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/705078226454218401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/705078226454218401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/syarat-syarat-dzikir-sufinews.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-5180401153498573141</id><published>2009-10-05T08:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:49:19.203-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Jangan pakai jubah Illahi&lt;br /&gt;sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary&lt;br /&gt;“Allah mencegahmu untuk mengaku-aku hal-hal yang tidak layak bagi para makhluk. Apakah Allah membolehkan padamu untuk mengaku-aku sifatNya sedangkan Dia adalah Rabbul ‘Alamin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Zarruq ra menegaskan: Tampilnya Sifat Allah padamu, dan penghiasan Sifat itu padamu bersamaNya adalah kesempurnaan yang layak bagimu, sehingga anda menjadi kaya bersama Allah, mulia bersama Allah, kuasa bersama Allah, kuat bersama Allah swt, hingga anda menjadi “Bismillah” dengan Nama Allah dari dirimu berselaras dengan “Kun” dari Allah, sehingga anda tidak berkehendak sedikit pun melainkan terjadi. Anda tidak butuh pada sesuatu dan tidak terhina oleh sesuatu dan tidak karena sesuatu. Anda tidak lemah karena sesuatu dan tidak berdaya karena sesuatu, bahkan anda mampu atas segala sesuatu bersama Tuhanmu, merasa cukup dengan Allah jauh dari cukup terhadap segalanya, mulia bersama Allah swt, dalam segalanya, kuat bersama Allah di sisi segalanya, sehingga anda pun tidak punya peluang sedikit pun untuk mengaku-aku (mengklaim) semuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru semuanya itu untuk menguatkan diri anda agar kembali pada sifat asli anda, dan bangkit bersamaNya. Sifat anda itu adalah fakir, hina, tak berdaya dan lemah. Karena yang tampak pada diri anda hanyalah telanjang simbolis, dan yang simbolis itu secara hakiki tidak ada. Maka sesudah niscaya, anda harus terus menerus merasa hina dan butuh kepada Allah swt dalam segala upaya dan perilaku anda. Fahamilah semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pencegahan Allah swt, di atas, ada sesuatu yang terjadi secara syar’y, secara harga diri, dan hikmah. Maka diharamkan bagi seseorang untuk mengklaim milik orang lain, karena itu secara harga diri dan jiwa, sangat tidak layak, sehingga menimbulkan kecemburuan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw, bersabda:&lt;br /&gt;“Tak ada yang lebih cemburu ketimbang Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan itu dalam HakNya menimbulkan pencegahan, berupa hak atas sifatNya. Dalam hadits Qudsi disebutkan:&lt;br /&gt;“Allah swt, berfirman: Kebesaran itu adalah pakaianKu dan Kesombongan itu adalah BajuKu, siapa yang melepas dariKu atas keduanya, maka Aku lempar ia ke neraka…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dua sifat itu adalah Sifat khusus  bagi Allah Ta’ala. Jika ada yang memakainya, berarti seperti merampas pakaian orang lain.    &lt;span class="article_separator"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-5180401153498573141?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/5180401153498573141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/jangan-pakai-jubah-illahi-sufinews.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/5180401153498573141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/5180401153498573141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/jangan-pakai-jubah-illahi-sufinews.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-4683793381496148663</id><published>2009-10-05T08:41:00.002-07:00</published><updated>2009-10-05T08:43:45.508-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="metadata"&gt;Kamis, 30 November -0001 00:00&lt;/div&gt;&lt;em&gt;2009-04-17 16:36:26&lt;/em&gt;&lt;h3 class="h3title"&gt;&lt;a href="http://gusdur.net/Anekdot/Detail/?id=17/hl=id/Kuli_Dan_Kyai"&gt;Kuli dan Kyai&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: "Lho kenapa Anda berkerumun di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai."(//ahm)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-4683793381496148663?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/4683793381496148663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/kamis-30-november-0001-0000-2009-04-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/4683793381496148663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/4683793381496148663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/kamis-30-november-0001-0000-2009-04-17.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-8404895737176808707</id><published>2009-10-05T08:41:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:41:28.960-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;Pemikiran&lt;/h2&gt;        &lt;ul class="padding20_top"&gt;&lt;div class="detailtext"&gt;&lt;div class="metadata"&gt;Jum'at, 07 Oktober 2004 00:00 gusdur.net&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Islam&lt;/em&gt;&lt;h3 class="h3title"&gt;&lt;a href="http://gusdur.net/Pemikiran/Detail/?id=6/hl=id/Kyai_Mutamakkin_Dan_Perubahan_Strategi_NU"&gt;Kyai Mutamakkin dan Perubahan Strategi NU&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;Tahun lalu, penulis diminta menyampaikan makalah dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta. Seminar itu diselenggarakan untuk memperkenalkan buku karangan Zainul Milal Bizawie tentang Kyai Ahmad Muamakkin. Dalam kesempatan itu, penulis hanya berbicara tentang hal-hal yang mendasar, tanpa mempersiapkan sebuah makalah tertulis. Karena harus berbicara mengenai Kyai Ahmad Mutamakkin dari Kajen, Pati (Jawa Tengah), maka yang dipentingkannya adalah perbedaan dasar beliau dengan para ulama lain dari massa itu. Sebagaimana diketahui, kyai yang hidup dan berkiprah dalam paruh kedua abad ke-18 Masehi, mengalami dua buah macam penguasa. Mereka adalah Amangkurat IV dari Kartasura dan Pakubuwono II di Surakarta Hadiningrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terlibat dalam perdebatan seru ketika diadili oleh Katib Anom, semacam menteri agamanya, Amangkurat IV. Pemeriksaan pandangan-pandangan beliau oleh Katib Anom, yang notabene cucu Sunan Kudus, direkam dalam sebuah tembang Kraton yang berjudul Serat Cebolek. Nama sebuah desa yang terletak di sebuah selatan desa Kajen di atas. Serat yang menggunakan bahasa sastra Jawa yang tinggi ini, akhirnya dijadikan pokok disertasi doctoral oleh Subardi, pada salah sebuah Universitas terkemuka di Australia. Disertasi itu ditulis dalam bahasa Inggris dan sudah sewajarnya ia diterjemahkan ke dalam bahasa nasional kita. Tetapi pokok permasalahan yang penulis bahas tidak ada dalam disertasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping disertasi itu, ada juga sebuah kidung yang sering dibacakan dalam peringatan kematian (haul) beliau di Kajen. Selama seminggu “orang memperingati” kematian beliau tersebut. Puncaknya adalah pembacaan tembang/kidung tersebut di atas, dengan lebih dari 100 ribu orang hadirin. Namun, strategi yang diuraikan penulis di Ciputat itu, juga tidak muncul dalam “keramaian” di atas. Orang lebih tertarik kepada cerita-cerita tentang “keanehan” Kyai Mutamakkin, dari pada melakukan pembicaraan tentang peranan Kyai tersebut, sebagai seorang alim yang berpengetahuan agama sangat dalam. Dengan kata lain, orang lebih melihat ketokohan beliau, dan bukannya apa yang menjadi peranan beliau dalam kehidupan beragama Islam di kalangan kaum muslim tradisional di pantai utara Jawa Tengah (dan sedikit kawasan Jawa Timur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penulis maksudkan dengan strategi yang beliau bawakan itu adalah merumuskan arah perkembangan dalam hubungan antara para ulama dan penguasa di Jawa waktu itu. Bupati Rifai dari Batang (kawasan sebelah barat Jawa Tengah) juga menggunakan Serat Cebolek dari Kraton Surakarta itu, sebagai “pendukung utama” atas kekuasaannya. Ini “dilawan” oleh para ulama setempat sekitar satu abad setelah “pemeriksaan” atas diri Kyai Mutamakkin oleh Katib Anom. Hal itu menunjukkan bahwa ada sebuah perkembangan sangat menarik dalam kehidupan kaum Muslim, yang juga ditentukan oleh sikap para ulama setempat, seperti terjadi sekarang ini. Karenanya, dalam makalahnya itu penulis mencoba melihat persoalannya dari sudut strategi perjuangan Islam di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal dasar itu adalah hubungan antara para ulama sebagai “pimpinan umat” di satu pihak, dan para penguasa di pihak lain. Di masa hidup Kyai Mutamakkin, para ahli fiqh (hukum Islam) cenderung untuk ‘membela” para penguasa, bahkan dikala melakukan kesalahan-kesalahan yang besar. Populer sekali ungkapan bahwa para raja tradisional Jawa melakukan hubungan seksual dengan istri mereka, dan kemudian tidak melakukan mandi Junub, para bawahan merekalah yang melakukan hal itu. Sikap ini mungkin dilakukan karena adanya ‘ketentuan’ yang disebutkan Al-Qur’an, agar kaum muslimin selalu taat kepada Allah, utusannya dan para penguasa (Uli Al-Amri). Sikap “tutup mata” atas pelanggaran-pelanggaran fiqh oleh para penguasa ini, terjadi dalam skala yang besar dan meliputi masa yang panjang. Sebaliknya, para pemimpin tarekat, para mursyid dan badal-badal mereka, menentang penguasa yang ada, dan menyebut nama mereka secara terbuka di muka umum. Karena itu, kita kenal dari masa itu cerita-cerita tentang ulama yang dibakar hidup-hidup atau di kupas kulit mereka sebagai “hukuman dari para penguasa”. Penentangan langsung para pemimpin tarekat itu yang kemudian dirubah oleh Kyai Ahmad Mutamakkin. Ia tidak pernah menyerang penguasa manapun dengan menyebut nama terang-terangan. Ia mengemukakan sebuah “strategi penentangan alternatif” yaitu dengan menyebutkan bahwa penguasa yang baik selalu melaksanakan hal-hal yang baik pula. Dengan melakukan pendekatan positif seperti itu, ia justru ditentang oleh para ahli fiqh pada waktu itu. Mereka mempersoalkan hal yang menurut mereka merupakan pelanggaran fiqh yang dilakukan Kyai Ahmad Mutamakkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mempersoalkan ijin yang diberikan Kyai kita itu kepada orang yang melukiskan gambar ular dan gajah secara penuh di dinding masjidnya., yang waktu itu dianggap haram. Demikian pula, ia bersedia menonton wayang kulit dengan lakon “Bima Suci” atau “Dewa Ruci”, yang mengakibatkan ia dituduh mengikuti faham mereka dengan menonton lakon itu. Tentu saja hal itu adalah sesuatu yang menggelikan hati kita dewasa ini, karena memang masalahnya adalah sesuatu yang bersifat akhlaq/moral, dan sangat sedikit menyangkut hukum fiqh. Itulah yang menjadi tema perdebatan antara Kyai Mutamakkin dan Katib Anom yang dianggap mewakili para ahli fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir-hampir tidak ada pihak yang mempersolakan strategi dasar yang diletakkannya bagi kepentingan umat dalam hubungan mereka dengan para penguasa. Pertanyaan pokoknya sekarang adalah: masih relevankah strategi dasar yang diletakkan kyai kita itu? Atau lebih jelas lagi, haruskah Nahdlatul Ulama (NU) meneruskan strategi dasar Kyai Ahmad Mutamakkin tersebut ataukah harus diganti dengan strategi dasar yang baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita menempuh strategi “demokratisasi bertahap” seperti yang dilakukan oleh para pemimpin NU sekarang? Atau NU justru harus mempelopori proses demokratisasi yang lengkap dari sekarang? Karena itu memang adalah “tuntutan agama”, jawaban atas pertanyaan di atas menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kita semua sebagai bangsa. Ini menjadi penting, setidak-tidaknya dalam sikap NU menghadapi rangkaian pemilu tahun 2004; dan dalam hubungan antara NU dengan proses demokratisasi yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapakah harus NU yang dihadapkan kepada pertanyaan di atas? Karena memang NU dengan para warganya justru dihadapkan kepada tantangan klasik: setelah “lumpuhnya” gerakan-gerakan lain di negeri kita. Untuk memberikan respon yang positif saat ini, ternyata hanya tinggal para warga NU yang tersebar di berbagai gerakan yang diharapkan dapat menjawab tantangan keadaan yang dihadapi bangsa kita. Karenanya, jawaban pihak NU sangat dinanti-nanti pada saat ini karena merupakan “langkah kunci” bagi upaya merespon sikap menyepelekan dan merendahkan demokrasi. Proses yang mudah dikatakan, namun sulit dilakukan, bukan? &lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-8404895737176808707?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/8404895737176808707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/pemikiran-jumat-07-oktober-2004-0000.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8404895737176808707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8404895737176808707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/pemikiran-jumat-07-oktober-2004-0000.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-5582779629604848758</id><published>2009-10-05T08:37:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:37:51.255-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Cerita Ringan Ulil Abshar Abdalla: Puasa Hari Pertama di Boston&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5 September 2009 13:16:06&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin-right: 10px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/ulil.jpg" alt="" align="left" width="101" height="114" /&gt;PUASA di Boston tahun ini membawa sebuah kejutan yang tak pernah saya duga dan sekaligus sangat mengharukan. Beberapa hari sebelum puasa mulai pada Senin lalu 1/9, saya mengirim undangan buka puasa hari pertama untuk merayakan dimulainya bulan Ramadan. Undangan itu saya kirim ke teman-teman dekat saya yang tinggal di apartemen yang sama.&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya adalah satu-satunya keluarga Indonesia, dan sekaligus satu-satunya keluarga Muslim di apartemen itu. Selebihnya adalah keluarga Kristen dengan pelbagai denominasinya. Sebagian besar yang tinggal di sana adalah keluarga Amerika, tetapi ada juga satu keluarga Korea dan seorang profesor bujangan asal Zimbabwe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kekeluargaan di gedung apartemen saya itu sangat kuat sekali. Secara informal, saya kerap “ngobrol” dengan mereka mengenai isu-isu agama. Karena tahu saya seorang Muslim, mereka tertarik belajar pelbagai aspek tentang ajaran Islam dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurt Walker, seorang Amerika kulit putih yang tinggal persis di samping apartemen saya, tertarik untuk belajar banyak hal mengenai Islam. Dia adalah mahasiswa teologi dan calon pendeta. Beberapa waktu lalu, dia diminta untuk memberikan ceramah dalam sebuah pertemuan tahunan para pendeta di Vermont. Dia diminta untuk berbicara mengenai konsep keadilan dalam Kristen dan Islam. Selama mempersiapkan ceramah itu, dia banyak sekali diskusi dan “ngobrol” dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat Kurt yang besar pada Islam bermula dari obrolan santai dengan saya. Semester musim semi tahun ini dia mengambil sebuah mata kuliah tentang Islam yang diampu oleh Dr. Fareed Essack, seorang sarjana Muslim yang cukup terkenal dari Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat Kurt terhadap Islam bukan dilandasi oleh “motif apologetis”, yakni mempelajari agama lain untuk mencari kelemahan-kelemahan di sana dan pada gilirannya melakukan “serangan mematikan” atas agama itu seperti selama ini dilakukan oleh kaum apologetis baik di pihak Kristen atau Islam. Dia seorang Kristen yang sangat saleh, tetapi dia dengan sungguh-sungguh ingin belajar mengenai tradisi agama lain dengan simpati yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kurt, saya menemukan teman dialog yang sangat menyenangkan. Saya belajar banyak hal tentang Kristen, terutama mengenai tradisi kaum Kristen puritan di kawasan negara bagian Massachusetts. Saat ngobrol dengan Kurt, kadang-kadang teman-teman lain yang tinggal di gedung yang sama ikut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kirimkan undangan buka puasa hari pertama itu kepada empat teman satu apartemen yang saya anggap paling dekat dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ienas Tsuroiya, isteri saya, dengan penuh semangat menyiapkan masakan untuk buka hari itu. Dia menyiapkan nasi uduk, ayam goreng, kerupuk bawang, sambal terasi, puding, dan sandwich. Makanan yang terakhir ini terpaksi disiapkan oleh isteri saya sebagai semacam “exit plan” kalau-kalau teman-teman bule itu tak menyukai nasi uduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI pertama bulan puasa kali ini mengejutkan karena beberapa jam menjelang “bedug buka” (tentu di Boston tak ada bedug; tetapi bedug selalu hadir secara “mental” dalam benak saya), Kurt memberi tahu saya bahwa dia ikut puasa hari itu. Ha?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh terperanjat, sebab saya tak pernah berharap dia bertindak hingga “sejauh” itu. Dia bilang, dia ingin menunjukkan solidaritas pada saya sebagai satu-satunya orang Muslim di gedung apartemen itu. Dia juga ingin merasakan bagaimana “penderitaan” seorang yang sedang berpuasa. “I want to know how it feels like to be a Muslim,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anekdot kecil yang diceritakan oleh Kurt selama dia puasa pada hari itu. Dia mengatakan dengan terus terang kepada keluarganya bahwa hari itu dia ingin menghormati seorang tetangganya yang Muslim (yakni keluarga saya) dan ikut puasa. Dia juga memberi tahu kedua anak kembarnya yang masih berumur 6 tahun tentang apa itu puasa dan apa maknanya bagi seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucu, beberapa kali kedua anaknya itu menggoda dia dengan memamerkan makanan-makanan kesukaannya selama dia berpuasa hari itu. Saya tertawa mendengar anekdot itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, bulan puasa jatuh di ujung musim panas, sehingga waktu siang lebih panjang ketimbang malam. Waktu Imsak masuk pukul 4:37 am dan Subuh 4:47 am. Sementara itu matahari terbenam pada pukul 7:22 pm. Dengan demikian, total waktu puasa selama satu hari hampir 16 jam, jauh lebih panjang dari waktu puasa di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun mendatang, sudah pasti bulan puasa akan jatuh persis di tengah-tengah musim panas, sekitar bulan Juni-Juli. Sebagaimana kita tahu, waktu siang pada musim panas jauh lebih panjang. Pada puncak musim panas, waktu Subuh masuk kira-kira pukul 3:30 am, dan Maghrib nyaris mendekati pukul 8:30 pm. Bisa dibayangkan betapa beratnya melaksanakan ibadah puasa pada musim panas di negeri-negeri empat musim seperti Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman Amerika terheran-heran bagaimana kami bisa menahan makan dan minum sepanjang itu. Saya bilang pada mereka, dengan latihan sejak kecil, puasa menjadi sama sekali tak berat. Setelah menjajal sendiri puasa selama satu hari, Kurt, teman saya itu, menjadi tahu betapa ritual puasa tak mudah dilaksanakan oleh umat Islam, apalagi di tengah-tengah masyarakat yang sebagian besar bukan Muslim seperti Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKHAWATIRAN isteri saya bahwa jangan-jangan orang bule tak menyukai nasi uduk meleset sama sekali. Seluruh masakan yang dihidangkan oleh Ienas, isteri saya, ludes sama sekali. Saat menyantap nasi uduk, anak perempuan Kurt berkata, “Dad, the rice is yummy, I like it.” Tentu isteri saya senang bukan main karena masakannya mendapatkan sambutan positif dari lidah orang bule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, isteri saya menyediakan piring yang khas dan sudah tentu jarang dilihat oleh orang Amerika. Yaitu piring rotan dengan alas daun pisang yang dipotong begitu rupa sehingga berbentuk bundar. Sekedar catatan: daun pisang tidak mudah didapat di kota Boston. Di kampung dulu, ibu saya tinggal mengambilnya dari kebun di belakang rumah. Tetapi di Boston, daun pisang adalah benda berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan nasi uduk, ayam bakar, sambal terasi dan kerupuk dengan piring rotan beralaskan daun pisang — tentu ini pengalaman eksotik bagi orang “bule”. Malam itu kami menyantap makanan sambil duduk melingkar di sekitar api unggun kecil yang disiapkan oleh isteri Kurt. Karena hari cerah, saya sengaja mengadakan buka puasa di ruang terbuka di hamalam rumput yang ada di depan apartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya menyantap makanan kami berdiskusi tentang apa saja, termasuk tentang “filosofi puasa” sebagaimana dipahami oleh umat Islam. Sekitar pukul 10 malam, kami bubaran dan masuk ke apartemen masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menonton pertandingan tennis Piala US Open sebentar, lalu membaca “The Prophet and the Messiah: An Arab Christian’s Perpsective on Islam and Christianity” karangan Chawkat Moucarry. Tak berapa lama, saya jatuh tertidur karena kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangun kembali beberapa jam menjelang waktu sahur untuk melaksanakan salat tarawih. Saya memang orang NU, tetapi selama ini saya selalu salat tarawih versi Muhammadiyah, yaitu sebelas raka’at, bukan dua puluh tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu sangat mengesankan buat saya, terutama karena simpati teman saya yang beragama Kristen itu. Pelajaran yang saya petik dari sana: membangun jalan dialog dengan agama lain sangat mungkin asal kita mau membuka diri dan tidak mengembangkan mentalitas “serba curiga” pada agama lain itu.[]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-5582779629604848758?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/5582779629604848758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/cerita-ringan-ulil-abshar-abdalla-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/5582779629604848758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/5582779629604848758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/cerita-ringan-ulil-abshar-abdalla-puasa.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-1259826353311458706</id><published>2009-10-05T08:36:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:36:35.099-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Mengapa Noordin M Top Nge-Bom di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;24 September 2009 12:13:32 gusmus.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;img style="margin-right: 10px; width: 146px; height: 101px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/teroris%20dan%20polisi.jpg" alt="" align="left" /&gt;Oleh: Alfanny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah pertanyaan sebagian orang Indonesia di tengah memburuknya hubungan Indonesia-Malaysia akibat aksi klaim tari pendet oleh Malaysia. Sebagian orang Indonesia punya pendapat ekstrem, bahwa Noordin M Top adalah agen Malaysia yang sengaja disusupkan untuk membuat kekacauan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu dengan melakukan serangkaian aksi pengeboman terutama di jantung-jantung dan fasilitas pariwisata Indonesia yang bertujuan menghancurkan citra Indonesia yang aman dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pendapat ekstrem ini dibantah tidak hanya oleh pemerintah Malaysia, tapi oleh kebanyakan orang Indonesia sendiri. Adalah sangat naif dan berisiko bila pemerintah Malaysia sengaja menyusupkan Noordin untuk membuat kekacauan di Indonesia. Lantas mengapa Noordin M. Top melakukan aksi pengeboman di Indonesia, bukan di Malaysia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah, Pertama; Pemerintah Malaysia sedari awal bertindak tegas. Pada bulan Februari 2002, pemerintah Malaysia menutup Pesantren Lukmanul Hakiem yang didirikan Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar dan diduga menjadi markas Jamaah Islamiyah (JI) Asia Tenggara. Noordin pernah mengajar di pesantren ini. Pada bulan April 2002, pemerintah Malaysia menangkap sejumlah aktivis Kumpulan Militan Malaysia (KMM), sebuah organisasi yang diduga menjadi payung bagi para aktivis Islam alumni jihad Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan para aktivis KMM tersebut dapat cepat dilakukan Malaysia karena pemerintah Malaysia menggunakan instrumen ISA &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Internal Security Act)&lt;/span&gt; dimana pemerintah Malaysia dapat menangkap seseorang yang dituduh membahayakan keamanan negara tanpa proses hukum acara pidana. Sejak tahun 1960, ISA digunakan pemerintah Malaysia untuk menangkap sejumlah aktivis oposisi seperti Anwar Ibrahim dan sejak 2001 digunakan untuk menangkap sejumlah aktivis muslim terkait JI tanpa proses pengadilan. Sejak ditutupnya Pesantren Lukmanul Hakiem dan ditangkapnya sejumlah aktivis KMM, maka Noordin M Top dan Dr. Azahari melarikan diri ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; Bumi Indonesia ternyata cukup subur bagi berkembangnya paham radikalisme Islam, sehingga Noordin dan Azahari segera menemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“safe house”&lt;/span&gt; di sejumlah tempat di Indonesia dan bahkan bersama trio Imam Samudera, Amrozi dan Mukhlas berhasil meledakkan Bom di Bali, Oktober 2002. Sesudah Bom Bali I meletus, barulah pemerintah Indonesia bergerak untuk menangkap Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) pengasuh Pesantren Ngruki Solo dengan tuduhan terkait JI dan rencana membunuh presiden Megawati dimana tuduhan tersebut tidak terbukti di pengadilan. ABB “hanya” divonis 2,6 tahun penjara sejak Maret 2005 dan bebas Juni 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah ulama dan tokoh Islam saat itu serentak membela ABB termasuk Syafii Maarif ketua umum PP Muhammadiyah yang mengatakan bahwa penangkapan ABB adalah “order” dari Amerika. Hanya Gus Dur yang tegas mengatakan bahwa penangkapan ABB tidak terkait teori konspirasi Amerika dan meminta polisi membuktikan tuduhan keterlibatan ABB dengan JI. Setelah merancang Bom Bali I, Noordin dan Azahari beserta jaringan terornya masih sempat meledakkan serangkaian bom di Hotel JW Marriot (Agustus 2003), Kedubes Australia (September 2004), Bom Bali II (Oktober 2005) dan Bom Marriot-Ritz Carlton (Juli 2009) serta rangkaian pemboman di daerah lainnya. Walaupun Dr. Azahari dan Noordin sudah tewas (November 2005 dan September 2009) oleh operasi kontrateroris Densus 88 Polisi, namun banyak pengamat meyakini bahwa sejumlah tersangka teroris yang menjadi DPO polisi seperti Syaifuddin Jaelani dan Syahrir akan mampu membangun kembali sel jaringan terornya mengingat cukup banyak kaum muslim di tanah air yang se-ide dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suburnya bumi Indonesia bagi paham radikalisme Islam yang pada akhirnya banyak berujung pada aksi teror dan kekerasan disebabkan tumbuhnya atmosfer kebebasan berpendapat dan berorganisasi pasca reformasi 1998. Beberapa ideologi keagamaan radikal seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan Salafi berkembang pesat di Indonesia dan bebas memprogandakan ideologinya sehingga mampu menarik simpati masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah perkotaan yang minim pengetahuan agama tapi semangat ke-Islamannya sedang tumbuh. Padahal, ideologi-ideologi tersebut justru dilarang di negara kelahirannya. Ikhwanul Muslimin sudah lama dilarang eksistensinya sejak tahun 1960-an karena terlibat rangkaian kekerasan dan teror akibat persaingan politknya dengan kelompok nasionalis sekuler di Mesir. Sementara Hizbut Tahrir yang mencita-citakan berdirinya khilafah islamiyah atau imperium Islam se-dunia tidak bisa bergerak bebas di Yordania, negara kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di Indonesia, Ikhwanul Muslimin –yang direpresentasikan oleh PKS- bisa bergerak bebas dan berkembang pesat dan bahkan mampu meraih suara 8% pada Pemilu 2009. Bahkan Hizbut Tahrir dapat dengan bebas menyelenggarakan Konferensi Khilafah di Gelora Bung Karno pada Agustus 2007 yang dihadiri lebih dari 100.000 massa simpatisannya. Sehingga, wajarlah bila bumi Indonesia sangat subur bagi aksi terorisme yang dilandasi paham radikalisme keagamaan mengingat iklim kebebasan politik sangat dijamin oleh pemerintah pasca tumbangnya Orde Baru. Di era Orde Baru, kita sulit membayangkan ideologi semacam Ikhwan dan HT dapat berkembang bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, iklim kebebasan di Indonesia –yang tidak ada di Malaysia- menyebabkan Indonesia menjadi tanah subur bagi berkembangnya paham radikalisme keagamaan yang pada gilirannya menyebabkan terjadinya aksi-aksi terorisme. Mungkin, itulah alasan Noordin M. Top nge-bom di Indonesia seperti kata Bang Napi di sebuah stasiun TV, “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan”. Dan, kesempatan –untuk berbuat teror- terbuka luas di Indonesia. Wallahu a’lam. (alf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah pemimpin redaksi majalah MataAir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-1259826353311458706?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/1259826353311458706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/mengapa-noordin-m-top-nge-bom-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/1259826353311458706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/1259826353311458706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/mengapa-noordin-m-top-nge-bom-di.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-4671716416748405085</id><published>2009-10-05T08:34:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:34:48.644-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Jargon Indah Untuk Agenda Busuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 Oktober 2009 16:18:05&lt;/p&gt; &lt;img alt="" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/agus%20maftuh2.jpg" style="margin-right: 10px; width: 105px; height: 134px;" align="left" /&gt;Oleh: Agus Maftuh Abegebriel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul di atas adalah terjemah bebas dari statemen Khalifah Ali bin Abu Thalib ketika menghadapi demonstran yang menuntut penerapan hukum Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“La hukma illa lillah” &lt;/span&gt;(Tidak ada hukum kecuali hukum Allah) dan menolak putusan hukum Ali karena dinilai sebagai produk manusia. Demonstrasi tuntutan penerapan hukum Allah atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Islamic Law Enforcement (Tathbîqus syari’ah)&lt;/span&gt; dijawab Ali dengan pernyataan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalimatu haqqin yurâdu bihâ bâthilun”&lt;/span&gt; (kata indah tetapi dengan tujuan yang sesat).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Warning Sahabat Ali yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Sahihnya tersebut juga bisa ditemukan dalam khazanah keilmuan Islam. Salah satunya adalah ensiklopedi hadis berjudul “Kanzul ummâl fi sunanil aqwâl wal af’âl” karya Alaudin al-Hindy dengan penambahan statemen bahwa para demonstran yang mengusung jargon indah tersebut adalah para “pengkhianat besar” (al-Khayyânun).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; Statemen pemuda yang pertama kali masuk Islam ini, merupakan sikap membangun kewaspadaan agar umat Islam tidak terjebak dengan slogan-slogan yang nampaknya “indah” namun dijadikan alat untuk menebarkan tindak kekerasan. Ali memperingatkan: jangan melakukan kejahatan kemanusiaan dengan bungkus “Atas Nama Tuhan”. Akhirnya sejarah juga mencatat bahwa Ali terbunuh oleh para demonstran dengan mengatasnamakan “penerapan Ayat Tuhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena merebaknya jargon “Isy Kariman au Mut Syahidan” (Hidup mulia atau mati syahid) juga perlu dicermati secara kritis. Penulis selama 28 tahun belajar studi Al-Qur’an dan Al-Hadis sejak di pesantren sampai sekarang mengampu mata kuliah tersebut, tidak pernah menjumpai redaksi tersebut dalam kitab-kitab standar keilmuan. Secara akademis statemen ini tidak perlu dianalisa, ditafsirkan apalagi diuji kesahihannya, karena statemen ini bukanlah teks suci keagamaan, bukan perkataan Sahabat Nabi dan hanya muncul dalam selebaran-selebaran pendorong mati syahid untuk Dying for Win. Doktrin tersebut juga tidak jelas siapa yang pertama kali mengucapkannya, dan tidaklah salah kalau penulis menyimpulkan bahwa slogan tersebut sangat tidak akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada statemen klasik yang mirip dengan jargon tersebut, yaitu “Isy Kariman wa Mut Kariman” (hiduplah sebagai orang yang mulia dan matilah juga sebagai orang yang mulia) yang diucapkan Asma’ binti Abu Bakar kepada anaknya, Abdullah bin Zubair. Secara epistemologis, statemen ini dapat didiskusikan dan dianalisa latar belakang historis dan sosiologisnya. Pesan Seorang Ibu tersebut bisa dibaca dalam karya-karya sejarah klasik seperti Tarikh Dimisyqa karya Ibnu Asakir dan juga Tahzîb al-Asma’ wa al-Lughat karya Al-Imam Muhyiddin an-Nawawi yang penulis pernah menziarahi makamnya di ‘Nawa”, selatan kota Damaskus Syria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Asma’ ini sangat berbeda dengan jargon “Isy Kariman au Mut Syahidan” baik redaksional maupun setting sejarahnya. Pesan Asma’ mengarah kepada tujuan hidup mulia dan mati juga mulia tanpa adanya opsi, sementara jargon penambah energi militansi tersebut menggiring orang untuk memilih satu di antara dua opsi yaitu: hidup mulia atau mati syahid dengan pemakaian kata sambung “au” yang menurut gramatikal Arab untuk “takhyîr” (pilihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struggle of Power Abdullah bin Zubair versus Yazid bin Muawiyah inilah yang mendorong Asma’ mengeluarkan pesan penyemangat tersebut kepada anaknya dengan penambahan : Lâ yal’abanna bika shibyânu Bani Umayyah” (Jangan sekali-kali anak-anak Bani Umayyah ini mempermainkan dirimu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, ada Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad: “ilbas jadidan wa Isy Hamidan wa Mut Syahidan” (pakailah baju yang baru, hiduplah yang terpuji dan matilah sebagai syahid). Historisitasnya, Nabi bertemu Ibnu Umar dan bertanya: Bajumu baru atau dilaundry? Ibnu Umar menjawab: Bukan baju baru tapi baju lama yang dilaundry. Akhirnya Nabi mengeluarkan sabdanya tersebut yang menurut Imam As-Sindy merupakan doa untuk Ibnu Umar agar mendapatkan rizki yang banyak, bisa hidup bahagia dan meninggal sebagai syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pernyataan Nabi ini difahami secara kaku (rigid) dan parsial serta dilepaskan dari historisitas isi/matan hadis (tawârikhul mutun), maka para penebar teror akan menjadikan sabda ini sebagai justifikasi tindak kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penulis di Mesir untuk berguru kepada Prof. Hassan Hanafi dan Gamal al-Banna pada tahun 2005, bertepatan dengan pemilu legislatif negeri pyramid tersebut, penulis menyaksikan baliho-baliho besar terpampang di sepanjang jalan kota Kairo. Political Languages, bahasa-bahasa politik yang tertulis di baliho tersebut sangat beragam dan secara khusus penulis memperhatikan banyaknya baliho yang mengatasnamakan agama untuk tujuan politik. Jargon seperti “Al-Islâm huwa al-hall” (Islam adalah solusi), Al-Jihâd Sabilunâ (jihad adalah jalan kami), li Thatbiqis Syari’ah (untuk menegakkan syariah) menjadi menu marketing kekuasaan. Yang lebih vulgar adalah baliho yang mencantumkan lambang Al-Ikhwan al-Muslimun yaitu Gambar Al-Qur’an dengan dua bilah pedang di bawahnya. Sejarah juga mencatat bahwa karya-karya kekerasan di Mesir sering melibatkan para pengusung jargon tersebut, mulai IM (al-Ikhwan al-Muslimun), al-Jama’ah al-Islamiyyah serta Jama’ah al-Jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan kekerasan dengan bungkus agama seperti Al-Islâm huwa al-Qur’an wa as-Saif (Islam adalah al-Qur’an dan pedang), Al-Islâm huwa as-shalât wa al-qitâl(Islam adalah Shalat dan Perang) bisa ditemukan dalam dokumen-dokumen yang menjadi pegangan para teroris. Salah satunya adalah dokumen “highly secret” yang bertitelkan “Durûs Askariyyah fî Jihâd at-Thawâghîth” (Training Militer untuk Memerangi Penguasa thaghut/ tidak memakai hukum Tuhan) setebal 180 halaman dan berisi 18 training pokok untuk para operator Al-Qa’idah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover dokumen tersebut bergambar bola dunia dengan sebilah pedang panjang yang menusuk peta dunia dengan ujungnya berlumuran darah. Di pojok kanan juga tertulis “Silsilah Askariyyah; I’lânul Jihâd ala Thawâghîth al-Bilâd” (Seri Militer: Deklarasi Perang Terhadap Negara-negara thaghut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen ini diawali dengan statemen ideologi kekerasan yang merupakan satu-satunya cara untuk menggapai tujuan politik Al-Qa’idah yaitu berdirinya “Islamic Government” di muka bumi. Statemen tsb berbunyi “Pemerintahan Islam tidak pernah dan tidak akan pernah tegak berdiri dengan cara diplomasi damai. Akan tetapi harus dengan pena dan senjata, dengan kata dan peluru. Kami tidak butuh dialog model Plato, Aristoteles dan Socrates. Kami hanya membutuhkan diplomasi mesin perang dan dialog bom”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Thaghut dalam persepsi Al-Qa’idah dan juga semua jejaring kekerasan termasuk Al-Jama’ah Al-Islamiyyah, adalah semua negara yang tidak memperjuangkan Islamic State dan Khilafah Global meski penduduknya beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan main idea ini, sehari setelah penemuan bahan peledak di Bekasi dan ditemukannya dokumen rencana pembunuhan Presiden SBY, penulis diwawancarai ‘live” oleh stasiun SBS (Special Broadcasting Service) Sydney Australia tentang rencana teroris dalam pembunuhan Presiden SBY. Penulis menjawab, bahwa hal itu sangat dimungkinkan karena SBY adalah seorang Presiden yang selalu membawa Negara Indonesia dalam koridor PANCASILA, dan di mata jejaring penebar teror, Pancasila dan juga sistem demokrasi adalah sesuatu yang najis. Penguasa pendukung Pancasila dan Demokrasi adalah penguasa thaghut yang menurut dokumen Al-Qa’idah tersebut harus diperangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye “Spreading peace for all” dan “jihad untuk kemanusiaan” harus dijadikan prioritas pemerintah NKRI bersama para ulama dan kaum intelektual untuk “Ta’kidul Islâm ka Rahmatin wa Salâmin Lil âlamin fi mujtama’in ta’addudiyyin” (Mempertegas Islam sebagai rahmat dan motor perdamaian bagi seluruh alam dalam bingkai masyarakat yang plural).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah baliho besar di hotel Hilton, depan Masjidil haram Makkah al-Mukarramah yang penulis saksikan pada penghujung Ramadlan 2004, menjadi inspirasi besar untuk tulisan ini. Baliho tersebut bergambarkan Al-Qur’an dan kitab Hadis yang di bawahnya tertulis pesan indah untuk kemanusiaan “Lâ, lil-Irhâb” (Al-Qur’an dan As-Sunnah bukan untuk menebar teror). Karena realitasnya, terorisme adalah threat of religion (musuh agama) dan sekaligus threat to religion (mengancam agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah pengamat ideologi transnasional&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tulisan ini pernah dimuat di Jawa Pos, 28 September 2009)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-4671716416748405085?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/4671716416748405085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/jargon-indah-untuk-agenda-busuk-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/4671716416748405085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/4671716416748405085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/jargon-indah-untuk-agenda-busuk-1.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-8424847145049218867</id><published>2009-10-05T08:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:33:20.757-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Mahasiswa Kupu-Kupu? Udah Ga Zamannya Lagi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;gusmus.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apaan sih mahasiswa kupu-kupu? Maksudnya, mahasiswa kuliah-pulang alias mahasiswa yang enggan berorganisasi di kampusnya dan langsung pulang usai kuliah. Mereka berorientasi mengejar Indeks Prestasi (IP) setinggi-tingginya dengan harapan gampang dapat kerja setelah lulus karena IP yang cum laude.&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, kini banyak perusahaan yang tidak lagi menjadikan IP tinggi sebagai satu-satunya syarat untuk merekrut karyawannya. Mulai banyak perusahaan yang lebih melihat curriculum vitae calon karyawannya terutama pengalaman organisasinya. Potensi intelektualitas –yang dilihat dari IP- memang penting dalam meniti karir professional, namun kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim (teamwork) dan kecerdasan emosional-spiritual kini juga menjadi syarat utama bagi seorang karyawan untuk sukses memberikan kontribusi positif bagi perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sarjana fresh graduate yang IP-nya cum laude namun kinerja profesionalnya biasa-biasa saja sehingga karirnya stagnan. Mengapa? Karena sarjana tersebut semasa kuliahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu yang ogah berorganisasi dan bersosialisasi sehingga tidak mempunyai kemampuan berkomunikasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Belum lagi, banyak profesi tertentu seperti marketing yang tidak hanya membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik tapi juga kemampuan lobbying dan negosiasi. It’s clear, kemampuan komunikasi, lobbying dan negosiasi tidak akan kita dapatkan di bangku kuliah, tapi akan kita temukan melalui aktivitas berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berorganisasi, bakat kepemimpinan seseorang akan muncul dan terasah. Sikap insiatif yang melekat pada ciri seorang pemimpin akan terasah melalui aktivitas organisasi. Sikap inisiatif juga sangat dibutuhkan sarjana fresh graduate yang tengah merintis karir profesionalnya. Setiap perusahaan pasti akan memberikan apresiasi positif kepada setiap karyawannya yang selalu mempunyai inisiatif segar untuk memajukan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sukses Kuliah, Sukses Organisasi, Sukses Karir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak mahasiswa yang sudah puas dengan hanya IP tinggi. Tidak inginkah mereka sukses juga menjadi pemimpin di sebuah organisasi? Atau sukses berwirausaha dan berkarir? Mungkin kecenderungan mahasiswa mengejar IP tinggi dengan harapan gampang dapat kerja adalah mentalitas peninggalan kolonialisme Belanda yang secara sistematis telah mendesain Hindia Belanda sebagai negara pegawai (Beambtenstaat). Pada masa itu, para orang tua dari kalangan priyayi (bangsawan) bercita-cita agar anaknya kuliah di OSVIA (kini IPDN) yang mencetak calon-calon pegawai negeri. Pemerintah kolonial Belanda pun diuntungkan karena mendapatkan suplai pegawai-pegawai bumiputera yang loyal mengabdi kepada penjajah. Tentu saja, para mahasiswa OSVIA tersebut tidak diizinkan berorganisasi sebagaimana rekannya-rekannya di THS (kini ITB) dan STOVIA (kini FKUI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kini Indonesia sudah bebas dari belenggu penjajahan Belanda dan tekanan diktator Orde Baru, maka kebebasan berorganisasi pun tidak dikekang seperti dulu. Maka, sudah saatnya para mahasiswa tidak lagi menjadi mahasiswa kupu-kupu yang habis kuliah langsung pulang, tapi aktif mengisi waktu luangnya dengan aktivitas yang bermanfaat bagi pengembangan dirinya, baik berorganisasi, berwirausaha dan lain-lain. (alf)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-8424847145049218867?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/8424847145049218867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/mahasiswa-kupu-kupu-udah-ga-zamannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8424847145049218867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8424847145049218867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/mahasiswa-kupu-kupu-udah-ga-zamannya.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-4686908219642751086</id><published>2009-10-05T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:31:34.440-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Kemuliaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;gusmus.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kemuliaan ialah membangun umat yang telah binasa, membuka selubung kebodohan mereka, memberi peringatan dan petunjuk (hidayah), menuntut hak yang terampas, mengingatkan akan kemuliaan yang hilang, membangun umat dari tidur dan kelalaian mereka, serta menyatukan suara untuk memperbarui gerak langkah. (Syeikh Muhammad Abduh)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-4686908219642751086?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/4686908219642751086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/kemuliaan-gusmus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/4686908219642751086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/4686908219642751086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/kemuliaan-gusmus.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-3928348450730874820</id><published>2009-10-05T08:27:00.001-07:00</published><updated>2009-10-05T08:27:49.321-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Nasehat Gratis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;gusmus.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; Suatu hari, Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bilang sama tuanmu,”kata Nasrudin kepada penjaga pintu gerbang,”Mullah Nasrudin datang, mau minta uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penjaga masuk dan tak berselang lama keluar lagi. “Aku kuatir, jangan-jangan tuanku sedang pergi,”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu,”kata Nasrudin. “Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi tidak apa-apa. Ini nasehat gratis buat tuanmu. Lain kali, kalau tuanmu pergi, jangan sampai ia meninggalkan wajahnya di jendela. Bisa-bisa dicuri orang nantinya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-3928348450730874820?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/3928348450730874820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/nasehat-gratis-gusmus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/3928348450730874820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/3928348450730874820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/nasehat-gratis-gusmus.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-8207329023112878952</id><published>2009-10-05T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:26:03.475-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Cara Keledai Membaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 September 2009 12:37:43&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, "Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya."&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin. "Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca." Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin berkisah,"Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar." "Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas,"Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin menjawab,"Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita setolol keledai, bukan ?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-8207329023112878952?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/8207329023112878952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/cara-keledai-membaca-1-september-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8207329023112878952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/8207329023112878952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/cara-keledai-membaca-1-september-2009.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-5787146903921330285</id><published>2009-10-05T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T08:24:10.622-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;DOA IJAZAH RASULULLAH SAW KEPADA SHAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIEQ R.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;30 Nopember 2008 08:31:08&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Allahumma innii zhalamtu nafsi zhulman katsiiran walaa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii, innaKa Anatal Ghafuurur Rahiim.&lt;br /&gt;(Ya Allah ya Tuhanku, aku sunggu telah banyak ‘menganiaya’ diriku sendiri dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau; maka berilah ampunan kepadaku ampunan dari sisiMu dan kasihilah aku. Sungguh Engkaulah Sang Maha Pengampun dan Maha Pengasih).&lt;br /&gt;Dibaca dalam shalat, ketika sujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-5787146903921330285?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/5787146903921330285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/doa-ijazah-rasulullah-saw-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/5787146903921330285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/5787146903921330285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/10/doa-ijazah-rasulullah-saw-kepada.html' title=''/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-3569121979491458859</id><published>2009-09-03T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T06:34:25.243-07:00</updated><title type='text'>Warkop 35</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_F15rh_fI/AAAAAAAAAAM/qBMDLzrhgsw/s1600-h/kopi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_F15rh_fI/AAAAAAAAAAM/qBMDLzrhgsw/s320/kopi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377234009910803954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-3569121979491458859?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/3569121979491458859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/09/warkop-35.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/3569121979491458859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/3569121979491458859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/09/warkop-35.html' title='Warkop 35'/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_F15rh_fI/AAAAAAAAAAM/qBMDLzrhgsw/s72-c/kopi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3994297967413864318.post-9016518002633068235</id><published>2009-09-03T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T06:32:00.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harian'/><title type='text'>Posting pertama warkop magetan</title><content type='html'>tes posting ah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3994297967413864318-9016518002633068235?l=warkopmagetan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/feeds/9016518002633068235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/09/posting-pertama-warkop-magetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/9016518002633068235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3994297967413864318/posts/default/9016518002633068235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warkopmagetan.blogspot.com/2009/09/posting-pertama-warkop-magetan.html' title='Posting pertama warkop magetan'/><author><name>catatan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17628583490003299505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/__a_G_HHh-lE/Sp_ILfBFO5I/AAAAAAAAAAY/xGCS-aH4xa4/S220/eko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
